Gaya Hidup Hedonisme, Materialisme, Terhadap Pembelian Impulsif Produk Fashion Online

Fashion atau mode merupakan gaya hidup seseorang yang diaplikasikan dalam cara seseorang dalam mengenakan pakaian, aksesoris, atau bahkan dalam bentuk model rambut hingga make up. Saat  ini, perkembangan  fashion sudah  sangat  pesat,  yang  diikuti dengan  tren  yang  silih  berganti.  Dampak  perkembangan  fashion tersebut  tentu  saja membuat  masyarakat  mau  tidak  mau  mengikuti  tren  yang  ada.  Bahkan  bukan  hanya sekedar mengikuti tetapi sudah menjadi suatu kebutuhan bagi masyarakat modern saat ini untuk  tampil  trendy  dan stylish.

Pesatnya perkembangan fashion pada saat ini juga secara tidak langsung membawa fenomena baru atau gaya hidup baru di kalangan masyarakat yang suka memanfaatkan fasilitas internet, salah satunya adalah shopping online. Kegiatan ini dapat juga dianalogikan layaknya berjalan-jalan di mal sambil melihat ke toko-toko. Semakin mudahnya akses internet lewat gadget dan hp menimbulkan dampak bagi pertumbuhan aktifitas online shop itu sendiri.

Saat ini, fenomena belanja online (online shopping) akan semakin pesat pertumbuhannya. Sebab, belanja melalui dunia maya dapat menghemat waktu tanpa perlu mengunjungi lokasi perbelanjaan. Ada banyak alasan kenapa belanja online kini semakin menjadi tren dan sebagai budaya baru salah satunya adalah karena belanja secara online lebih mudah dan hemat ketimbang di mall atau pun pasar tradisional.

toronto-fashion-blog-shopping

“apa yang menjadi hal terbaik bagi manusia ?”

Hal ini diawali dengan Sokrates yang menanyakan tentang apa yang sebenarnya menjadi tujuan akhir manusia. Lalu Aristippos dari Kyrene (433-355 SM) menjawab bahwa yang menjadi hal terbaik bagi manusia adalah kesenangan. Manusia sejak masa kecilnya selalu mencari kesenangan dan bila tidak mencapainya, manusia itu akan mencari sesuatu yang lain lagi.

Hedonisme berasal dari bahasa Yunani ‘Hedone’ yang berarti kesenangan, kenikmatan, bersenang-senang. Gaya hidup hedonisme sudah menjadi semangat pada zaman ini. suatu pola hidup yang aktivitasnya hanya untuk mencari kesenangan dan kenikmatan materi, berkeyakinan akan pentingnya harta dalam hidup dan menjadikan materi sebagai sumber kepuasan dan ketidakpuasan.  Orang-orang yang menganut aliran hedonis umumnya memiliki penampilan yang modis, dan sangat memperhatikan penampilan serta boros. Penganut hedonisme berasal dari kalangan berada dan memiliki banyak uang karena banyaknya materi yang dibutuhkan sebagai penunjang gaya hidupnya.

Tendensi untuk mencapai kebahagiaan melalui kepemilikan benda tertentu disebut materialisme. Materialisme mengacu pada orientasi konsumsi berbasis pencapaian kebahagiaan, Pada suatu kondisi, harta diasumsikan menjadi posisi sentral dalam kehidupan  seorang, dan merupakan sumber kepuasan dan ketidakpuasan.

Dengan demikian, untuk memenuhi gaya hidup ini masyarakat rela mengorbankan sesuatu demi mencapainya dan hal tersebut cenderung mengakibatkan pembelian impulsif. Pembelian impulsif adalah pembelian yang terjadi ketika individu mengalami perasaan terdesak secara tiba-tiba yang tidak dapat dilawan, kecenderungan untuk membeli secara spontan ini umumnya dapat menghasilkan pembelian ketika konsumen percaya bahwa tindakan tersebut adalah hal yang wajar

Pembelian impulsif sangat erat kaitannya dengan gaya hidup hedonisme dan materialiasme serta uang yang dimiliki seseorang. Seseorang yang memiliki penghasilan rendah akan lebih berhati – hati dalam mempertimbangkan  melakukan pembelian, sebaliknya bagi seseorang yang berpenghasilan lebih tinggi maka frekuensi pembeliannya lebih tinggi pula.

Iklan